anggayudapradana

Manusia Biasa

Arisan Sebagai Ajang Apa?


Bukan hal yang asing lagi kata arisan di telinga kita. Kegiatan mengumpulkan uang atau barang kemudian diundi untuk menentukan siapa yang mendapatkan pertama kali sampai dengan semua dapat giliran. Kegiatan yang lebih familiar dilakukan oleh kaum hawa ini , terutama ibu-ibu. Sehingga lebih dikenal dengan arisan ibu-ibu. Entah ibu-ibu kompleks, ibu-ibu PKK, ibu-ibu pengajian. Pokoknya semua tentang ibu-ibu. Namun tak jarang juga arisan ini dilakukan oleh bapak-bapak.

Arisan sebagai ajang kumpul-kumpul mendapat perhatian tersendiri dari Ibu-ibu. Tak asal mengadakan arisan, semua keperluan yang berhubungan dengannya dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Waktu pelaksanaan tergantung dari kesepakatan bersama, apakah seminggu sekali atau sebulan sekali. Untuk tempat biasanya bergantian, untuk arisan tingkat ibu-ibu kompleks digilir dari yang pertama kali mendapat undian. Untuk kalangan lainnya kembali ke keputusan bersama apakah mau di rumah peserta atau memilih di luar rumah, misalnya di restoran, hotel, atau kapal pesiar mungkin. Sebenarnya tak ada aturan baku untuk ini, asal semua senang tak masalah kapanpun dimanapun jadi. Read more of this post

Duka Piala Thomas dan Uber


Untuk kesekian kalinya Indonesia semakin terpuruk dalam dunia perbulutangkisan kala harus menelan pil pahit dalam ajang piala Thomas dan Uber di New Delhi, India. Setelah Tim Uber kita kalah dari tuan rumah dengan skor 3-0 di perempat final, kini giliran Tim Thomas yang menyusul mereka setelah dikalahkan Malaysia dengan skor sama 3-0.

Kejuaran paling tua dunia bulutangkis ini bagian dari sejarah kejayaan Indonesia. Tercatat 13 kali Indonesia memenanginya disusul China dengan 9 kali juara. Sejak diadakan pertama kali hanya 3 negara yang pernah merasakan mengangkat tropi juara, yaitu Indonesia, China, dan Malaysia. Namun, dalam dekade terakhir ini supremasi Indonesia di Piala Thomas kalah dengan negeri tirai bambu, China. Dan pada tahun 2014 ini, Indonesia kembali tak sanggup membawa piala tersebut ke pangkuan ibu pertiwi. Read more of this post

Itera, ITK, Semoga semakin berkembang dan diperhatikannya IPTEK di Indonesia


Indonesia memiliki 2 perguruan tinggi negeri yang khusus melahirkan sarjana-sarjana teknik yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Lulusan sarjana Teknik yang keumumannya disebut dengan Insinyur jumlahnya sangat sedikit dibandingkan seluruh lulusan sarjana di Indonesia. Rektor ITB Prof. Akhmaloka mengungkapkan bahwa hanya ada 7% insinyur dari total sarjana yang ada, serta hanya memiliki ITB dan ITS.

Diperlukannya lebih banyak lagi insinyur-insinyur di Indonesia untuk mempercepat pembangunan teknologi berbasiskan ilmu pengetahuan. Maka pada tahun 2012 didirikanlah dua institut teknologi lagi. Institut pertama didirikan di Sumatera dan yang kedua didirikan di Kalimantan. Institut yang didirikan di Sumatera dikenal dengan singkatan Itera, sedangkan yang didirikan dikalimantan disingkat dengan ITK. Read more of this post

Hari Kelulusan, Kebangkitan Nasional ,dan Realitanya


Kelulusan merupakan tujuan akhir dari suatu proses pendidikan. Proses pendidikan yang dibuat sedemikian rupa dari pembelajaran yang bersifat teroritis hingga praktis. Sebuah proses pendidikan yang hasil akhirnya harus ditentukan melalui suatu mekanisme yang di sebut Ujian Nasional (UN). Kelulusan bisa bearti juga gerbang awal untuk memulai langkah selanjutnya menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pintu masuk menuju sebuah proses pendidikan selanjutnya.

Selasa, 20 Mei 2014 bertepatan dengan hari kebangkitan nasional diumumkanlah kelulusan ujian nasional Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Entah mengapa dipilih tanggal 20 Mei? Mungkin harapannya pelajar Indonesia menjadi bibit-bibit kebangkitan nasional meneruskan cita-cita Dr. Soetomo dan rekan-rekannya saat itu dengan didirikannya Boedi Oetomo sebagai pergerakan nasional yang berjuang melalui pendidikan serta budaya. Read more of this post

Hanya Kisah Fiktif Belaka


Perkaranya akan runyam ketika mempercayakan sesuatu kepada orang yang tidak tepat. Bisa dibilang kurang amanah. Tak sedikit yang berani menerima amanah namun tak mampu mengembannya. Bahwa kepercayaan orang lain seharusnya dilaksanakan sepenuh hati dan saat yang lainnya merasa dia memang orang yang tepat, namun kenyataan berkata lain.

Seharusnya tidak perlu rasa gengsi menutupi. Tak perlu bertingkah layaknya “saya sanggup”, jika yang terjadi malah sebaliknya. Mau dibawa kemana harga diri saat hal itu menyinggung kemaslahatan bersama. Untuk memudahkan maksud dari kalimat-kalimat tersebut bisa diperhatikan ilustrasi berikut ini, syahdan datanglah utusan dari sebuah kerajaan seberang dimana mereka mengundang empunya tanah kerajaan tetangganya untuk bertanding memanah. Layaknya seorang sahabat, disambutlah utusan tersebut dengan hangat oleh wakil dari sang raja. Pembicaraan yang nampaknya akrab penuh riang tawa ditutup dengan kesanggupan menerima undangan tersebut. Disepakatilah hari dan tanggalnya. Read more of this post

Agus Mulyadi Blog

Manusia Biasa

Manusia Biasa

Arry Rahmawan

Jadikan hidup lebih Bermakna, Bertumbuh, dan Berdampak di setiap kesempatan yang ada.

Masichang

Manusia Biasa

W I A N G G A

Manusia Biasa